Pages

About Konferensi Rajab 1432 H

Haura's bLog......

Assalamualaikum..
welcome to my blog

12 Desember 2011

Antara kematian dan muhasabah diri

Pernah mengalami hampir direnggut nyawa? Ya, aku mengalaminya hari yang lalu. Ceritanya panjang… (Sebetulnya singkat sih, si penulisnya aja lagi pengen curhat, haha…mungkin ada yang bisa diambil pelajarannya)

Berawal dari kegalauan jadwal, (lagi2 galau -__-‘’) yang berubah sewaktu-waktu. Tapi galau yang berbeda dari biasanya, galaunya karena jadwal lagi sih, tapi jadwal yang berubah bukan jadwal kuliah, tapi gantian, jadwal dakwah yang berubah. Hoho… ya, enjoy aja sebetulnya menikmati kedinamisan dakwah, selalu dilatih untuk memange sesuatu. Apalagi wanita, harus selalu berbenturan dengan managerial, karena nantinya wanita ketika menjadi Istri ataupun Ibu Rumah Tangga, sejatinya ia adalah seorang manager rumah tangga. So, harus selalu bisa memanage! hehe...

Di tengah padatnya aktivitas, orangtuaku dan adik-adikku mengharapkan kunjungan dariku. Orang tua dan adikku yang kecil sampai menghubungi lewat sms, telpon untuk mengajak pulang. Ya, sudah sebulan lebih belum mengunjungi keluarga tersayang, sampai dua minggu kebelakang selalu memimpikan mereka. Kangen? Ya, bisa jadi.. tapi ada amanah yang belum terselesaikan, dakwah untuk keluarga dan membantu pemasalahan orangtuaku sebagai bukti cintaku pada mereka semua.

Ya, ini selalu menjadi introspeksi untuk kita. Sudahkah ditengah-tengah padatnya aktivitas dakwah dan kuliah, kita menghubungi orangtua kita atau menanyakan kabar pada mereka minimal melalui sms atau menelpon mereka jika kita tidak sempat mengunjungi langsung? Ya, belakangan ini selain memimpikan keluargaku, seorang sahabatku juga selalu mengingatkan untuk birrulwalidain dan akhirnya aku memutuskan untuk izin sejenak dalam beberapa aktivitas rutinku. Tak disangka-sangka, setelah sekian lama merencanakan, tiba juga saat untuk bertemu dengan keluarga. Melihat wajah kedua orangtua yang semakin berusia dan adik-adikku yang semakin tumbuh besar. Jadwal pun kembali di ulang dan disesuaikan. Alhamdulillah,, beres..! semoga Allah meringankan langkah kaki ini untuk menjalani semuanya dan menguatkanku dalam setiap aktivitas.

Ketika sudah dirumah, misi dimulai. Tapi apa daya, hasil hanya Allah yang menentukan. Ya, akhirnya hanya bisa membantu dalam beberapa hal dan berkangen-kangen sama keluarga. Sebetulnya malam itu setelah ayahku memberikan tausiyah pada keluarga setelah shalat gerhana, ada hal yang ingin aku sampaikan terkait dengan aktivitas dakwahku esok hari. Tetapi melihat kondisi beliau yang kurang fit, aku kurungkan niat itu dan memutuskan esok hari baru disampaikan.

Keesokan harinya bada shalat subuh berjamaah, aku mendengar lantunan surat Al-Waaqiah. Teringat hafalanku, masihkah kuingat? Ayat itu mengingatkanku tentang Konjab yang lalu. Subhanallah, rasanya semangat itu kembali muncul. Dan entah mengapa, setiap ada yang membacakan ayat tersebut aku ingin menangis karena mengingat arti surat tersebut. Ya, akhirnya aku siap berangkat dan langsung berpamitan kepada orangtuaku untuk menjalankan amanah dakwah. Setelah izin, aku melihat wajah kedua orangtuaku sedikit kecewa, tapi mereka mengizinkanku. Sepertinya berat untuk melepasku (hehe, kayak yg mau kemana aja) tapi akhirnya aku meyakinkan mereka “Insya Allah, minggu depan rencana pulang lagi”. Setelah mohon keridhoan orangtuaku, akhirnya aku berangkat dengan sebelumnya memohon perlindungan Allah dalam perjalanan.
Di perjalanan, ada yang aneh denganku. Aku baru kali itu naik motor dengan memakai jaket super tebal seperti orang Eskimo. Ya, cuaca memang dingin sekali bada subuh, tetapi biasanya aku berangkat dengan style-ku yang terbiasa minimalis, jaket ogah pake yang ribet dan tebel sampe yang terlihat jaketnya lebih besar dari badannya, hehe... Kemudian, tumben-tumbenan aku ogah sedikit ngebut rata-rata <40km/jam padahal jalan sepi banget. Sampe bela-belain berangkat bada subuh untuk merasakan nyantai. Ya, inilah keanehanku saat itu. Sepanjang perjalanan, biasa dzikir kepada Allah terus terucap, entah kenapa tiba-tiba terngiang untuk melantunkan surah Yaasiin. Ya, kroscek hafalan sekaligus merenungi makna didalamnya sambil melihat keadaan sekitar perjalanan. Setelah beres hafalan Yaasin, kemudian dilanjutkan QS.Al-Waaqiah. Masya Allah, ada ayat yang terlupa..! Sedih rasanya. Kemudian entah mengapa lagi-lagi yang teringat ayat-ayat di QS.Yaasin, yasudah baca aja. Sambil terus konsentrasi untuk menyetir&menghirup udara segar.

Saat melaju tetap dengan kecepatan rendah dari lampu lalulintas, di tengah hafalanku, tiba-tiba terdengar suara dentuman keras dan sangat cepat sekali terjadinya. Ternyata ada tabrakan beruntun! Heran, jalan sepi, baru melewati lampu lalu lintas, masih ada aja yang ngebut&nyalip. Dari kejadian itu ada korban, salah satunya aku.

Entah mobil atau motor duluan yang menabrak, hingga menabrak motor di depannya, dan motor itu menabrak motorku. Spontan aku terjatuh dan aku terseret jauh sekali. Mungkin ada 5 meter atau lebih. Memang aku tidak ngebut, tapi benturan keras itu membuatku terseret sejauh itu. Spontan mengatakan astaghfirullahaladziim, mata langsung menutup kencang karena seretan helm, motor, dan aspal membuatku takut. Ya, takut ketika itu aku tidak bisa menjalankan kewajibanku untuk mengisi. Orang yang menabrak kemudian lari entah kemana. Saat itu aku merasa seperti akan ada malaikat pencabut nyawa, dan Insya Allah aku ridha ketika nyawa ini diambil ketika aku akan halaqah. Lemas, tapi aku berusaha bangkit, setelah beberapa saat aku sadar bahwa Allah member kesempatan padaku untuk menunaikan kewajibanku. Alhamdulillah.. langsung aku hilangkan dari benak seluruh rasa sakit itu, dan ajaib, hanya merasa sedikit pegal.

Subhanallah, setelah terseret sekian jauh ternyata aku hanya luka kecil&sedikit, tetapi benturan keras tersebut aku khawatirkan organ-organ dalam tubuhku yang menjadi kelainan, dan khawatir fraktur karena benturannya sangat keras luar biasa. Mengandalkan ilmu yang kudapat -walaupun terbatas ilmu tentang trauma tumpul pada organ dalam- keesokan harinya aku mulai memeriksa diri sendiri dan Insya Allah, aku tidak kenapa-kenapa. Insya Allah… memang sakit itu tetap terasa dan makin nyeri, kekhawatiran fraktur pun masih ada, tapi yakinlah tidak ada, karena belum terasa ada krepitasi, ya semoga tidak kenapa-kenapa.

Ada suatu keajaiban, Allah memang sesuai prasangka hambaNya. Ketika aku terus memfokuskan untuk konsentrasi mengisi kajian pagi-pagi, kemudian mengikuti serangkaian aktivitas dakwah lainnya, Subhanallah… rasa sakit itu sedikit sekali yang muncul. Bersyukur karena masih bisa menikmati aktivitas dakwah.

Sempat terfikirkan olehku, apa jadinya ketika nyawa ini kembali dalam genggamannya? Mungkin minggu lalu adalah kenikmatan terakhir yang Allah berikan untuk merasakan mengisi kajian. Akupun sudah ikhlas ketika melakukan jual beli dengan Allah, menjual harta, jiwa tenaga hanya untukNya. Malu rasanya melakukan transaksi itu dengan Allah, karena sejatinya semua itu adalah hak Allah, kepunyaan Allah. Tetapi Allah malah membelinya? Subhanallah…Maha Penyayang Engkau ya Allah…

Ada hal yang ingin aku lakukan sebelum nyawa ini dibeli olehNya, kalau bisa request sama Allah, inginnya setelah semua amanah-amanahku selesai. Tetapi yang namanya ajal tidak bisa ditawar-tawar sobat. Itu semua sudah takdirNya. Ya, selagi kita diberi kesempatan waktu luang, usia, kesehatan, kekuatan, harusnya kita memanfaatkan itu semua untuk lebih serius mempelajari ilmu Islam dan mengemban Islam ke sekitar kita termasuk birrul walidain. Mohon maaflah kepada kedua orang tua dan keluarga kita atas segala kesalahan kita, agar tenang menjalani hidup. Karena akan senantiasa didoakan oleh mereka. Lagipula, kita tidak akan tau kapan ajal menjemput kita. Oleh karena itu, manfaatkanlah waktu yang kita miliki semaksimal mungkin.

Rasulullah SAW. bersabda “malaikat maut akan berdiri pada tiap-tiap rumah setiap hari sebanyak 5 kali. Bila malaikat maut telah menentukan bahwa orang tersebut akan meninggal dunia maka diputuskanlah rezeki serta ajal orang tersebut dan dia menghadapi perihnya sakaratul maut itu. Malaikat maut akan berkata pada keluarga yang meninggal itu, ‘celakalah kalian, kenapa kalian berkeluh kesah? Aku tidak mengurangi sedikitpun umur serta rezeki kalian. Aku tidak mencabut nyawa kalian sebelum Allah memerintahkanku. Aku akan datang kepada kalian semuanya hingga tak seorangpun yang tersisa”.

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.(QS. 3:185).

Ya, inilah hidup. Hidup itu adalah pilihan, dan setiap pilihan pasti akan dimintai pertanggungjawaban olehNya. Ingin memilih meninggal dalam keadaan baik-baik? Maka bersegeralah menuju kebaikan tersebut (Islam) dan perbanyaklah amalan shalih yang bisa menghantarkanmu ke syurga. Ingin memilih meninggal dalam keadaan yang tidak baik? Maka bersegeralah menuju kebebasan yang tidak terikat dengan aturan Islam.

So, pelajaran yang bisa kita ambil sebagai pengemban dakwah diantaranya:
1. Senantiasalah terikat dengan aturan Allah, termasuk birrul walidain
2. Selalu mengingat Allah disetiap aktivitas, dzikir ketika perjalanan, hafalan Qur'an diwaktu senggang
3. Perbanyak aktivitas dakwah, jadikan dakwah sebagai poros kehidupan kita
4. Maksimal dalam ibadah lainnya, termasuk ibadah yang sunnah
5. Perjuangkan Islam hingga ajal menjemput
6. Ikhlas, sabar, pelajari dan pahami ilmu Islam lebih banyak, dan amalkan

Berbagai cobaan yang kita lalui, tekanan, ketertinggalan, dan rasa sakit yang kita alami TIDAK mmbuat PEJUANG SEJATI menjadi lemah, justru ia akan menjadi kokoh ketika berhasil melewati segala macam ujian itu. Bergeraklah sahabat, karena hidup kita hanya sekali. Jangan biarkan kita tenggelam (futur) karena kesalahan kita sendiri. Kita tenggelam karena kita tidak bergerak. So, manfaatkan waktu dan kesempatan yang kita miliki mulai dari sekarang!

Yuk sama-sama perbaiki diri. Jadikan diri untuk bisa memotiviasi diri sendiri dan orang lain..
Wallahua’lam bish shawab…

0 komentar ^.^:

About Konferensi Rajab 1432 H

Paling Populer

Mampir ke sini juga!

Wassalamu'alaykum wrwb

Terimakasih teman-teman atas kunjungannya...
Semoga bermanfaat......Salam Ukhuwah..!