Pages

About Konferensi Rajab 1432 H

Haura's bLog......

Assalamualaikum..
welcome to my blog

23 November 2011

Allah menolong hambaNya melalui caraNya yang tak terduga

Seperti biasa, hari yang penuh kegalauan. Jadwal jadi berantakan gara-gara pergeseran jadwal kuliah yang ga karuan. Sempat merasa lelah ketika menjalani aktivitas sebagai mahasiswa kedokteran yang belajar full day, rata-rata dari jam 8, jam 7 bahkan pernah jam setengah 6 sampai jam 4 sore. Kalau lagi pergantian jadwal bisa saja sampai pukul 5 sore, ya seperti hari ini.

Satu-satunya refreshing yang menyenangkan dan menenangkan ketika menjalani aktivitas-aktivitas dakwah. Siaran yang ditunggu-tunggu sore ini di radio ternyata harus dibatalkan karena hujan disertai petir. Akhirnya pukul 5.10 sore hujan sedikit demi sedikit mulai reda, bergegas pulang tapi ternyata lagi-lagi kunci motor hilang. Syok dan heran sama diri sendiri, kenapa keteledoran ini bisa terjadi lagi! Benar-benar jadi orang yang rugi ketika hari ini sama dengan hari yang lalu (walaupun kejadian yang sama terjadi berbulan-bulan yang lalu). Terbayang, ternyata tetap tidak bisa ke radio untuk siaran karena percuma, kuncinya hilang.

Di helm ada sepucuk surat bertuliskan “Ambil kunci di Lab. Teknik Kimia ke Pak E…” (sensor). Heboh deh sore tadi, karna lab tekkim itu sudah tutup. Inisiatif nyari-nyari lab tekkim dimana lagi berharap ada 2 lab. tekkim. Akhirnya saking penasaran akupun berjalan ke fakultas psikologi saking penasarannya dan berharap ada lagi yang namanya lab.tekkim daerah dekat sana (parah ya, udah beberapa tahun tapi ga begitu hafal suasana kampus). Begitu mendekati fak. Psikologi aku melihat ibu dan anak yang sedang galau. Hehe, di tengah kegalauanku ada juga ternyata yang sedang galau, batinku. Ibu itu berpenampilan sangat sederhana, dan tidak berkerudung.

Tiba-tiba ibu itu memanggilku dengan kencang “Neng, maaf neng orang mesjid bukan?” dalam hati saya berkata, saya orang Islam bu, hehe… tapi karena siyasi ceritanya, khawatir orang yang punya niat buruk atau ingin mengorek-ngorek tentang pribadi atau keadaan mesjid akhirnya langsung saya jawab dengan ramah, “Ada apa bu?”. Kemudian timbul percakapan :

Ibu : “Neng, maaf kesini dulu. Ibu bingung.Neng bener orang mesjid kan?”
(deg-degan, karena sepi. Akhirnya hanya mengharap perlindungan Allah saya memutuskan untuk mendatanginya)
Saya : “Iya bu, saya aktivis di mesjid kampus. Ada apa ya bu?”
Ibu : “Neng, saya tuh mau tanya, kalau hati kita meyakini Islam, yakin dengan Tuhan Allah, tapi saya mau masuk Kristen. Itu dikatakan murtad tidak neng?”
Saya : “Waduh ibu, memang ada apa? Ada masalah apa bu?”
Ibu : “Iya neng, saya tuh bingung sekali mana yang harus saya pilih. Saya sebentar lagi mau masuk Kristen, tuh orang yang lagi disana mau mengkristenkan saya. Dia lagi di perhimpunan mahasiswa yang Kristen disana. Itu markasnya untuk kristenisasi. Neng tau kan?“
Saya : “Oya bu? Saya belum tau ternyata disini gencar kristenisasi. Saya aja baru tau pas ibu bilang markasnya disana.”
Ibu : “memang neng angkatan berapa? Kok gak tau? Neng kuliahnya di fakultas Psikologi ya?”
Saya : “saya kuliah di kedokteran bu, angkatan 2009 sudah mau tingkat akhir.”
Ibu : “Loh, berarti sudah lumayan lama. Kebetulan sekali neng kuliah di kedokteran! Saya bingung dengan penyakit anak saya.”
(saya pun membatin dalam hati, ya memang akhirnya jadi sedikit kuper karna penuhnya aktivitas dakwah&kuliah, Muhasabah lagi sama diri sendiri apa yang sudah saya kontribusikan dalam dakwah ini? Mengajak mereka ke jalan Islam? Rasanya belum berhasil.. Astaghfirullah… sejenak aku melupakan kegalauan kunci motor, Insya Allah kalau memang rezeki pasti Allah kasih, kalau bukan ya ga apa2, mudah-mudahan orang tua memaafkan keteledoran saya)
Saya: “Iya bu, anak ibu kenapa? lalu kenapa ibu menunggu orang yang mau mengkristenkan ibu?”
Ibu : “saya lagi nunggu disini untuk dapatkan uang. Neng tau sendiri, zaman sekarang itu susah sekali neng dapetin uang, saya demi 200 ribu rela dapatkan uang dengan cara apapun untuk anak saya. Anak saya harus di operasi, kelaminnya ada 2. Ini, neng mau lihat? Ini kelaminnya ada 2. Lubangnya juga ada di bawah. Sebentar lagi saya bisa dapatkan uang itu & operasi dengan syarat masuk Kristen neng. Jadi bagaimana, apa yang harus saya lakukan. Saya benar-benar bingung. Pas orang di RS ******* itu tau kalau saya mau masuk Kristen, langsung mereka berkata ‘Puji Tuhan, akhirnya ibu mau masuk Kristen, kita natal bersama-sama ya nanti’. Jadi, ga kenapa-kenapa kan neng kalau saya masuk Kristen? Saya jauh-jauh datang dari sumedang, ini pertama kalinya saya di Cimahi. Karna anak saya mau di operasi di RS ******* bandung, jadi saya ke sini juga untuk dapatkan sisa uang yang belum saya dapatkan. Apa yang harus saya lakukan, saya benar-benar bingung. Ga apa apa kan neng kalau saya masuk Kristen? Ga ada cara lain lagi neng.“

(ibu itu bercerita sambil menangis, anaknya pun sedih, memeluk dan merengek-rengek minta ibunya supaya tidak masuk Kristen, ya kurang lebih intinya itu keluhan utamanya. Banyak sekali unek-uneknya, tapi memang ketika dalam suasana galau kita harus memposisikan sebagai pendengar yang baik. Akupun langsung mengambil kesimpulan anak itu berkelamin ganda dan hypospadia dan menyarankan untuk segera operasi)

Saya : "bu, ketika kita beriman tidak hanya di yakini dengan hati, diucapkan dengan lisan kita, tapi harus dibuktikan juga denga perbuatan. Ibu yakin dengan Islam? Kenapa? Jangan sampai kita yakin dengan Islam tapi kita sendiri tidak tau kenapa harus Islam yang dipilih sebagai agama yang benar." (saking banyaknya kata-kata yang keluar, tapi intinya seperti itulah. Kebanyakan kalau ditulis :p)
Ibu : "iya neng benar. Jadi bagaimana, apakah saya harus kabur? Gimana atuh kalau kita bohong sama mereka? Udah terlanjur janji bakal nunggu dia disini. Gak kenapa-kenapa atuh ya teh demi kita mempertahankan akidah kita?"
Saya : "Iya bu, lebih baik ibu tetap bertahan dalam Islam ini. Allah sangat membenci orang-orang yang murtad, meyakini Tuhan selain Allah. Itu dosa yang sangat besar." Apalagi seperti yang saya katakan tadi, kehidupan kita tidak hanya di dunia, tapi di akhirat bu. Konsep kristiani jg berbeda dengan Islam seperti yang saya katakan tadi."
Ibu : "Iya neng, saya mau masuknya ke syurga. Saya juga ingin dikumpulkan ke syurga bersama almarhum suami saya. Saya tidak mau terpisah dari keluarga saya di akhirat. Susah ya neng hidup jadi janda, tapi ya seperti inilah. Sekarang yang selalu menguatkan saya itu anak saya ini. Berkali-kali bilang ga mau masuk Kristen&ingin menguatkan saya, tapi saya masih ga tau harus bagaimana. Dulu saya ikut pengajian-pengajian tapi sudah lama sekali saya tidak shalat. Sekarang dia udah bisa baca Iqro. Udah jilid 4. Alhamdulillah, senang rasanya." (mulai berhenti menangis & terlihat bangga anaknya seperti itu)
Saya : "Iya bu, insya Allah… Allah itu tidak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan hambaNya. Allah sedang menguji keimanan ibu, seberapa besar ibu yakin dengan Allah, dan pertolongan Allah. Ketika sakit, itu juga ujian untuk kita dan yang perlu ibu yakini Allah itu pasti tidak akan memberi cobaan melebihi kemampuan kita. Insya Allah ujian-ujian itu menjadi penggugur dosa juga untuk ibu, tinggal ibu ikhlas dan bersabar."
Ibu : "makasih banyak neng, mudah-mudahan jadi dokter yang baik, shalihah, suka menolong yang miskin seperti saya, jangan seperti dokter **** yang ........... (sensor)........."

ya, hanya bisa mengaminkan semua do'a-do'a yang dipanjatkan pada Allah. Saya pun menjelaskan terkait pembaptisan dengan berbagai cara dan menyarankan untuk menghindari semuanya. Tetap berharap pada Allah & senantiasa do’a & tawakkal. Alhamdulillah, ilmu yang di dapatkan dari bu Irena terpakai juga.. sepertinya dari cerita ibu tadi mengarah ke katolik. Memang benar, sampaikanlah dengan hikmah dengan mengubah pemikiran adalah cara jitu.

Ya, keluhan-keluhan untuk para petugas medis yang tujuannya hanya uang. Terbersit di pikiranku, sampai segitunyakah ada dokter yang seperti itu? Kemana sumpah dokter yang telah diucapkan? Ya, betul tidak semua dokter seperti itu. Mereka tetap teman sejawat, hanya saja berbeda visi ketika menjalankan profesi kedokterannya.
(setelah panjang lebar menenangkan ibu tadi & memberi bantuan pada ibu itu ala kadarnya, akhirnya kegalauanku hilang.. Entah kenapa, dakwah selalu menjadi obat untuk selalu kembali positive thinking dan akhirnya bisa tenang untuk terus mencari info yang menemukan kunci motor dengan segala cara)

Sepanjang perjalanan kembali ke tempat parkir saya merenung, rasanya bantuan tadi hanya cukup untuk operasi, hiks.. lagi kanker nih, maklum mahasiswa di akhir bulan. Terpikirkan jangan sampai aku menjadi seseorang yang susah masuk syurga bahkan mencium aroma syurga pun tidak bisa hanya karena ‘menahan hak’ orang miskin & yatim. Andai saja sempat mengambil uang di atm ingin sekali memberi lebih lagi. Apalagi orang tua selalu mengajarkan untuk senantiasa memberi. Ada penyesalan yang hinggap karena tidak bisa member bantuan lebih padanya, hanya bisa mendoakan yang baik-baik untuk mereka.

Hey,,!!! kata-kata yang refleks keluar untuk ibu tadi akhirnya menyadarkanku juga. Allah tidak akan memberi cobaan melebihi kemampuan kita. Aktivitas kuliah yang njelimet bin kacau jadwalnya plus dipusingkan dengan jadwal halqah dan agenda dakwah lain yang jadi terombang-ambing. Ayo buktikan, mana dakwah dijadikan sebagai porosnya? Memang terasa berat dan bingung juga ketika di hadapkan berbagai macam pilihan. Ya, mungkin yang dirasakan oleh ibu tadi seperti rasa galauku saat ini. Tapi, fokus terhadap hukum syara’. Jangan berdasarkan perasaan semata. Hidup adalah pilihan sobat dan setiap pilihan akan dimintai pertanggung jawaban olehNya.
Bismillah.. semoga usaha terakhir besok membuahkan hasil. Ya Allah.. mudahkanlah urusan hamba.. jujur, hamba malu sekali ketika ingin dimudahkan urusannya, artinya hamba tidak pantas untuk ‘naik kelas’ karena belum sanggup melewati ujian ini. Apa lagi yang bisa hamba mohonkan? Ya, sangat malu.. Rasanya belum pantas ketika mendapat amanah sebagai haaritsan aaminan lil Islam. Bagaimana bisa menjadi penjaga Islam terpercaya jika kita masih belum bisa menangani kasus ‘kecil’ seperti itu? Mana fiqh prioritasnya? Ya Allah, kuatkanlah hamba ketika menjalani segudang aktivitas dakwah & amanah orang tua untuk kuliah. Ya Rabb… beri yang terbaik..hanya pasrah terhadap takdirmu, tinggal usaha esok hari dimaksimalkan kembali…

Ya, ada jg inti pelajaran yang bisa kita ambil. Kesulitan hidup yang dialami saat ini memang akibat sistem yang mengkondisikan demikian. Negara yang seharusnya betul-betul bisa mengurusi rakyatnya dengan baik, memberikan hak-hak kepada fakir miskin, yatim, piatu, dan orang-orang yang berhak lainnya. Mudahnya akidah digadaikan dengan uang tidak seberapa, dengan mie, sembako, ini jelas bukti juga bahwa Negara kita tidak bisa melindungi akidah ummat.

Sistem pendidikan yang study oriented dan super ketat mengenai jadwal dan sanksi tegas jika melebihi ‘jatah bolos’ akhirnya sedikit menjadi kendala dalam menunaikan aktivitas dakwah. Namun, apakah kita tetap berdiam diri dan pasrah terhadap kondisi yang demikian? Jawabannya tidak! Kita harus semakin menggencarkan usaha kita, bagaimana caranya agar kewajiban-kewajiban itu tetap terlaksana dengan baik.

Setelah selesai merenung, terus berjalan.. entah mengapa kaki ini ke suatu tempat dan akupun menemukan seseorang kemudian menanyakan kunci motor. Subhanallah.. akhirnya, ku menemukanmu wahai kunci!!! Senangnya bukan main, karena ternyata dari sana dapat pengalaman untuk pertama kalinya menangani kasus seperti itu. ^_^
Semakin hari, semakin merindukan Khilafah. Dimana Islam bisa tegak secara kaaffah di dalamnya, memberi kesejahteraan kepada seluruh warga Negara tanpa memandang ras, agama, suku. Subhanallah.. rindu.. ingin segera tegak? Maka perjuangkanlah semaksimal mungkin usahamu!

Ya, itulah secuplik pengalaman menggalau yang benar-benar galau.. hehe… but, sure.. God (Allah) Always Listening, Always Understanding… Memang, Allah selalu menolong hamba-hambaNya melalui caraNya yang tak terduga.

Cimahi, 23 November 2011

0 komentar ^.^:

About Konferensi Rajab 1432 H

Paling Populer

Mampir ke sini juga!

Wassalamu'alaykum wrwb

Terimakasih teman-teman atas kunjungannya...
Semoga bermanfaat......Salam Ukhuwah..!