Pages

About Konferensi Rajab 1432 H

Haura's bLog......

Assalamualaikum..
welcome to my blog

18 Agustus 2011

66 Tahun Memperingati Ketidakmerdekaan Bangsa


Tepat tanggal 17 Agustus di peringati sebagai Hari Ulang Tahun Republik Indonesia. Bertepatan pula dengan 17 Ramadhan dimana turunnya Al-Qur’an pertama kali atau Nuzulul Qur’an. Namun, apakah benar negeri kita sudah merdeka? Bagaimana pula kita memaknai nuzulul Qur'an?

Merdeka adalah terbebas dari cengkeraman atau belenggu asing yang tidak sesuai fitrah manusia. Merdeka adalah tidak terjajah dalam bentuk apapun. Sudahkah negeri ini merdeka? Ya, pertanyaan itulah yang sering terdengar dari sebagian besar masyarakat Indonesia. Artinya sudah banyak yang meragukan tentang makna perayaan kemerdekaan RI sampai saat ini. Wajar saja banyak yang meragukan kemerdekaan bangsa ini, karena banyak bukti yang menunjukkan ketidakmerdekaan negeri kita sampai saat ini. Mulai dari para wakil rakyat yang benar-benar ‘mewakili rakyat’ dalam menikmati kesejahteraan sehingga kebanyakan masyarakat tidak merasakan kesejahteraan, banyaknya koruptor, kemiskinan, kebodohan, kelaparan, freesex di kalangan anak-anak sampai dewasa, hingga kesulitan untuk mendapatkan fasilitas kesehatan karena biaya yang tidak terjangkau.

Selain itu, sebagian besar SDA di negeri ini dikuasai sepenuhnya oleh asing. Padahal negeri ini sudah dianugerahi oleh Allah SWT harta dan kekayaan yang melimpah ruah mulai dari hasil tambang, pertanian, perikanan, serta perkebunan. Sumber Daya Manusianya juga cukup banyak, tapi sayangnya tidak di manfaatkan untuk membangun negeri ini lebih baik, karena faktanya sekitar 2 juta lulusan S1 adalah pengangguran. Padahal masyarakat kita ini banyak yang cerdas dan berpendidikan tingggi, sayangnya kesulitan lapangan pekerjaan menjadi kendala karena banyaknya pihak asing yang menguasai lapangan pekerjaan di negeri kita juga. Negeri kita sangat kaya, tetapi sebenarnya saat ini negeri kita sangat miskin! Apakah kondisi seperti ini di sebut merdeka?


Permasalahan negeri ini sangat rumit. Apakah ini disebabkan dari individu itu sendiri? Atau ada ‘sesuatu yang lain’ yang menyebabkan semua ini? Memang salah satunya adalah individu itu sendiri yang menerapkan aturan sesuai hawa nafsunya atau kepentingannya sehingga berperilaku demikian. Jika kita teliti lebih jauh lagi, ternyata akar permasalahan ini adalah sistem kapitalis saat ini yang mengkondisikan demikian. Keberadaan sistem ini memberikan kebebasan pada asing untuk mengeruk kekayaan alam kita, membebaskan setiap masyarakat untuk berpendapat dan berperilaku atas nama demokrasi. Sistem ini memisahkan agama dari kehidupan (sekuler) sehingga wajar saja jika banyak masyarakat saat ini yang tidak bermoral, para pejabat pun juga bertindak sesuai kepentingannya tanpa mempedulikan nasib rakyat yang tidak mampu. Keberadaan sebuah sistem, memaksa orang-orang yang berada di dalamnya untuk tunduk patuh terhadap aturan tersebut. Jika sistemnya buruk, akan memaksa orang-orang bertindak buruk pula. Jika aturannya baik, maka orang-orang yang di dalamnya akan di paksa menjadi baik, dan lama kelamaan akan menjadi kebiasaan.

Dulu Belanda sudah menjajah negeri kita selama 250 tahun, tetapi aturan yang di pakai saat ini masih menggunakan aturan Belanda. Apakah kondisi seperti ini sudah merdeka? Tidak. Dengan demikian, dalam aspek politik kita belum merdeka. Masih banyak yang tidak bisa merasakan kehidupan yang wajar. Dari segi ekonomi, perekonomian kita ‘dikontrol’ oleh asing. Ditambah adanya UU SJSN yang berkedok jaminan sosial namun justru memalak rakyat. Dari segi pendidikan, masyarakat masih sulit mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas. Inilah akibat diterapkannya sistem kapitalisme, semua aspek kehidupan kita masih di jajah kawan!

Al-Qur’an pertama kali di turunkan saat 17 Ramadhan. Islam datang sebagai pedoman umat manusia. Al-Qur’an datang sebagai petunjuk dan pengatur kehidupan manusia. Terbukti ketika dulu pernah di terapkan secara keseluruhan dalam Negara Islam (Khilafah), kehidupan masyarakat sejahtera baik muslim maupun non-muslim. Sehingga terbukti bahwa Islam rahmatan lil ‘alamin. Bahkan pernah ketika zaman kekhilafahan, tidak ada yang berhak mendapatkan zakat. Lahir pula banyak ilmuwan hebat. Pemimpinnya senantiasa takut kepada Allah, sehingga memaksimalkan menjalankan syariat Islam ketika diamanahkan untuk memipin rakyat. Islam agama yang sempurna, dalam Al-Qur’an maupun As-Sunnah banyak terdapat aturan-aturan untuk kehidupan kita, tidak hanya mengatur hubungan kita dengan Rabb atau hubungan kita dengan diri kita sendiri, tetapi iptek, politik, sosial, budaya, hukum, pertahanan dan keamanan semuanya ada di Islam. Jika kita sami'na wa atho'na terhadap hukum-hukum Allah, Insya Allah kehidupan kita sejahtera dan mendapatkan keberkahan.

Oleh karena itu, Al-Qur’an tidak cukup jika hanya di baca, di hafalkan, dan di kaji. Ayat-ayat Al-Qur’an juga harus di laksanakan tanpa memilih dan memilah ayat yang di kehendaki. Bulan Ramadhan ini adalah bulan penuh berkah, sudah sepantasnya kita memanfaatkan momen Ramadhan ini untuk berlomba-lomba memperjuangkan penegakan Islam kembali. Hanya dengan syariat Islam negeri kita akan terbebas dari segala bentuk penjajahan. Kemerdekaan yang hakiki hanya ada jika syariat Islam diterapkan dalam semua aspek kehidupan di dalam naungan Khilafah.

Wallahua’lam..

0 komentar ^.^:

About Konferensi Rajab 1432 H

Paling Populer

Mampir ke sini juga!

Wassalamu'alaykum wrwb

Terimakasih teman-teman atas kunjungannya...
Semoga bermanfaat......Salam Ukhuwah..!