Pages

About Konferensi Rajab 1432 H

Haura's bLog......

Assalamualaikum..
welcome to my blog

26 Mei 2011

OBESITAS/KEGEMUKAN PADA ANAK

TEMA : OBESITAS/KEGEMUKAN PADA ANAK
Disampaikan oleh Intan Kusumadiani, AmG ahli gizi RSK Budi Rahayu Blitar pada tanggal 2 Desember 2010 di Radio Harmoni Blitar

Kebanyakan orang tua akan sangat senang kalau anak-anaknya yang berusia antara 5 – 10 tahun tubuhnya gemuk, dan anggapan bahwa gemuk itu sehat, masih mendasari pola pikir kebanyakan orang tua. Selain itu pernyataan bahwa lucu dan menggemaskan kalau anak-anak gemuk membuat orang tua kadang salah menafsirkan sehat bagi anak-anaknya. Padahal berat badan berlebih perlu diwaspadai meskipun mereka masih anak-anak. Jika berat badan tersebut masih dalam konteks normal, berarti pertumbuhan berat badan sesuai pertumbuhan tinggi badan dan usia

Perlu kita ketahui obesitas kini menjadi masalah besar di negara-negara maju.
Sebab anak-anak yang mengalami kegemukan sudah membawa bibit penyakit. Jadi kelebihan berat badan pada anak adalah berbahaya dan obesitas ini bisa kita sebut sebagai penyakit.
Obesitas pada anak ini membawa bibit penyakit seperti gangguan pembuluh darah, jantung, diabetes dan hipertensi selain itu obesitas pada anak juga akan
berdampak ketika dewasa. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam
British Medical Journal, anak berusia sembilan tahun dengan berat badan berlebih memiliki risiko penyakit jantung.

Resiko ini meningkat jika mereka tidak menormalkan berat badan sampai usia 15 tahun. Timbunan lemak dalam tubuh memicu tekanan darah tinggi dan meningkatkan kadar kolesterol darah dan insulin. Kondisi kegemukan yang dialami anak-anak sejak kecil jelas meningkatkan resiko kematian dini.

Pengertian Obesitas
Obesitas atau kegemukan diartikan sebagai penimbunan jaringan lemak tubuh secara berlebihan sehingga berat badan telah melebihi batas ambang normal dan dapat membahayakan kesehatan anak. Atau suatu keadaan dimana berat badan lebih dari 20 % dari berat badan ideal dan keadaan ini terjadi pada anak jika makanan sehari-hari mengandung energi yang melebihi kebutuhan anak dan biasanya terdapat pada anak yang cepat merasa lapar dan tidak mau menahan rasa lapar.
Deteksi Obesitas
Deteksi obesitas dapat dilakukan dapat dilihat pada KMS, dimana disitu ada
batasan serta garis kesesuaian antara berat badan, tinggi badan dan usianya. Apabila di atas garis hijau, maka kemungkinan anak Anda memiliki berat
badan berlebih. Selanjutnya, lihatlah tinggi badan anak Anda, proporsionalkah?
Dari WHO-NCHS, tidak ada klasifikasi overweight atau obesitas. Sehingga,
indikator ini sulit dilihat secara objektif. Cara yang lain adalah dengan
melihat grafik IMT (BMI, Body Mass Index) khusus anak di atas 2 tahun.

Akibat Obesitas
Penyakit-penyakit yang dahulu dianggap sebagai penyakit usia lanjut dan dewasa, kini dapat dialami pada anak akibat timbunan lemak, kolesterol dan gula yang terdapat dalam tubuh. Gangguan pernafasan atau asthma beresiko besar dialami anak yang mengalami obesitas Selain itu, anak-anak dengan kelebihan berat badan atau kegemukan juga dapat mengalami kesulitan bergerak dan terganggu pertumbuhannya karena timbunan lemak yang berlebihan pada organ-organ tubuh yang seharusnya berkembang. Belum lagi efek psikologis yang dialami anak, misalnya ejekan dari teman-teman sekelas pada anak-anak yang telah bersekolah. Anak yang mengalami kegemukan akan lebih mudah berkeringat sehingga seringkali mereka menderita biang keringat, lecet, dan terinfeksi jamur karena adanya lipatan-lipatan kegemukan pada kulitnya. Lipatan kegemukan tersebut biasanya terjadi di leher, lipatan antara paha dan kaki, lipatan di perut, dan lipatan di ketiaknya. Karena berat badan berlebih, anak juga cenderung malas bergerak atau melakukan aktivitas.

Penyebab Obesitas
1. Faktor internal
a. Faktor Genetik
Merupakan faktor keturunan dari orang tua yang sulit dihindari. Bila ayah atau
ibu memiliki kelebihan berat badan, maka hal ini dapat diturunkan pada anak.
Jika kedua orang tua mengalami obesitas maka kemungkinan anak menjadi obes yaitu 80% dan jika salah satu orang tua maka kemungkinannya 40%.
b. Bangsa atau suku
Keturunan atau latar belakang pada suatu bangsa atau suku akan berpengaruh
besar baik secara langsung atau tidak langsung misalnya kebiasaan makan makanan yang mengandung banyak energi dan kurang olahraga
c. Gangguan emosi
Sebab terpenting timbulnya obesitas pada anak-anak dan remaja yaitu misalnya
anak yang sedang bersedih dan memisahkan diri dari lingkungan timbul rasa lapar yang berlebih sebagai kompensasi terhadap masalhnya.
2. Faktor Eksternal
a. Makanan cepat saji dan makanan ringan dalam kemasan
Maraknya restoran cepat saji merupakan salah satu faktor penyebab. Anak-anak sebagian besar menyukai makanan cepat saji atau fast food bahkan banyak anak yang akan makan dengan lahap dan menambah porsi bila makan makanan cepat saji. Padahal makanan seperti itu umunya mengandung lemak dan gula yang tinggi yang menyebabkan obesitas. Orang tua yang sibuk sering menggunakan makanan cepat saji yang praktis dihidangkan untuk diberikan pada anak mereka walaupun kandungan gizinya buruk untuk anak. Makan cepat saji meski rasanya nikmat namun tidak memiliki kandungan gizi untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Itu sebabnya makanan cepat saji sering kita sebut dengan istilah junk food atau makanan sampah. Selain itu kesukaan anak-anak pada makanan tingan dalam kemasan atau makanan manis menjadui hal yang patut diperhatikan

b. Minuman ringan
Sama seperti makanan cepat saji, minuman ringan (soft drink) terbukti memiliki
kandungan gula yang tinggi sehingga berat badan akan cepat bertambah bila
mengkonsumsi minuman ini. Rasa yang nikmat dan menyegarkan menjadikan anak-anak sangat menggemari minuman ini.
c. Kurangnya aktivitas fisik
Masa anak-anak identik dengan masa bermain. Dulu permainan anak umumnya adalah permainan fisik yang mengharuskan anak berlari, melompat atau gerakan lainnya. Tetapi hal itu tergantikan dengan game, elektronik, komputer, internet atau televisi yang cukup dilakukan dengan hanya duduk di depannya tanpa harus bergerak. Hal inilah yang menyebabkan anak kurang melakukan gerak badan sehingga menyebabkan kelebihan berat badan

Dari beberapa faktor tersebut maka faktor genetiklah yang paling dominan, faktor ini tidak dapat kita lawan dalam arti kata itu sudah menjadi garis keturunan seseorang. Tetapi kalau ada usaha untuk meminimalisir kedua faktor tersebut agar obesitas bisa dihindarkan kenapa tidak ?

Siklus obesitas manusia dimulai sejak masih dalam kandungan. Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa wanita hamil yang kelebihan berat badan, merokok, dan memiliki kebiasaan makan yang buruk, meningkatkan risiko obesitas pada anak-anak mereka di masa depan, meskipun saat lahir berat bayi masih kurang. Times Magazine melansir bahwa satu dari 10 anak di bawah usia dua tahun kelebihan berat badan. Penelitian lain yang dilakukan sedasawarsa lalu menunjukkan anak-anak yang lahir dari ibu yang menderita diabetes selama hamil (gestational diabetes) cenderung memiliki indeks massa tubuh (BMI) lebih tinggi sepanjang masa kanak-kanak mereka.
Itulah sebabnya, wanita dengan kelebihan berat badan dianjurkan untuk menurunkan berat badan sebelum kehamilan. Hal ini penting untuk mencegah risiko diabetes pada anak-anak mereka.

Pencegahan Obesitas
1. Fokus pada makanan sehat dan bergizi
Makanan yang kaya nutrisi tetapi tidak berkalori tinggi, seperti gandum,
buah-buahan dan sayuran, protein tanpa lemak, serta susu rendah lemak sangat
baik untuk dikonsumsi. Ganti konsumsi soda dan jus buah dengan air atau susu
rendah lemak. Tambahkan sedikit minyak sehat (canola atau zaitun) untuk
mendapatkan vitamin E yang hilang akibat diet rendah lemak.
2. Terapkan cara hidup sehat
Apakah anak anda untuk makan teratur dan porsi yang cukup. Serta ajarkan
anak-anak bagaimana memilih makanan yang sehat .

3. Batasi waktu menonton TV
Televisi, komputer, dan video game telah menjadi alat rekreasi yang dominan
dalam masyarakat kita. Batasi anak anda menonton televisi atau berada di depan layar komputer tidal lebih dari 2 jam. Dan hindari televisi pada anakberusia dibawah 2 tahun. Jika sudah waktunya tidur terapkan apda anakuntuk segera masuk kedalam kamar.

4. Luangkan waktu bersama
Aktif dalam berbagai kegiatan fisik, misalnya kreativitas yang dilakukan bersama keluarga juga merupakan faktor pendukung kesehatan anak anda. Luangkan setidaknya 1 jam untuk anak anda melakukan kegiatan secara aktif.

2. Terapkan peraturan keluarga pada anak
Peraturan seperti menerapkan pola makan dan waktu istirahat yang teratur sangat penting bagai anak anda.

Tips-tips untuk Mengurangi berat badan bagi obesitas
● Batasi jumlah makanan dan minuman tinggi kalori dan gula seperti coklat,
minuman bersoda, biskuit, kue, dan es krim. Anda dapat menggantinya dengan yang lebih sehat seperti seperti buah-buahan, jus buah, agar-agar, kripik sayuran, dan susu rendah lemak.
● Masak makanan dengan dibakar atau dikukus. Ayam, ikan dan sosis bukan
hanya lebih lezat bila dibakar, namun juga memiliki kandungan lemak lebih
rendah.
● Beri contohyang baik dengan kebiasaan makan Anda sendiri.
● Ajarkan anak Anda untuk makan lebih lambat dan menikmatinya, karena dia akan merasa lebih cepat kenyang dan cenderung tidak makan berlebihan pada waktu makan.
● Lakukan kegiatan makan bersama dalam satu keluarga sesering mungkin.
● Jangan jadikan makanan cepat sajisebagai acara rutin mingguan.
● Kurangi makanan ringan yang dimakan sambil beraktivitas. Jangan biarkan
anak Anda makan sambil menonton televisi atau melakukan pekerjaan rumah.
● Dorong anak Anda untuk “mendengarkan perutnya” dan makan hanya ketika lapar, bukan karena kebiasaan, dan berhenti makan bila dia sudah kenyang.
● Ajari anak untuk memesan makanan sehat ketika makan di luar, misalnya
lebih memilih menu gado-gado daripada sate kambing.
● Tetapkan batas waktu nonton TV dan bermain komputer. Dorong anak Anda untuk melakukan kegiatan aktif sebagai gantinya. Anak-anak harus melakukan aktivitas fisik minimal 60 menit setiap hari
● Lakukan acara olahraga keluarga seperti berjalan kaki, naik sepeda,
berenang atau bermain bulu tangkis.
● Dorong anak untuk berjalan atau bersepeda ke sekolah atau ke toko, tidak
selalu naik mobil atau motor.

3 langkah agar berhasil mengurangi berat badan anak yang obesitas
Pertama, dalam menanamkan kebiasaan hal ini perlu dimulai dari keluarga kita.
Peran orang tua sangat penting, orang tua harus terlebih dahulu menjadi contoh
bagi putra putrinya. Misalnya bila sebuah keluarga biasa mengkonsumsi es krim
setiap hari padahal sudah mengalami obesitas, maka orang tua harus bisa memberi contoh, dengan tidak atau mengurangi konsumsi es krim. Jangan sampai terjadi, orang tua melarang putra-putrinya mengkonsumsi es krim tetapi orang tuanya sendiri makan es krim.

Kedua,seperti yang talah dikemukakan tadi, cobalah ganti snack tinggi kalori
dengan buah, jus buah, puding, dan lain-lain dengan tampilan yang menarik.
Jangan lupa untuk tetap memberi pendidikan kepada anak tentang makanan yang sehat, tentunya dengan bahasa yang dimengerti oleh anak. Terapkan kebaikan dan kegunaan suatu makanan kepada anak, misalnya buah pepaya mengandung vitamin untuk kesehatan mata dan lain sebagainya

Ketiga, memang sulit untuk langsung menghentikan konsumsi snack tinggi kalori, oleh karena itu cobalah secara bertahap yakni dengan mengurangi dan menggantinya sedikit demi sedikit. Kita tidak perlu berlebihan kepada anak, tidak perlu mengomeli anak tentang makanan apalagi mengejek kegemukannya. Yang penting kita memberikan pengertian kepadanya.

PUSTAKA
Instalasi Gizi, Materi Penyuluhan Gizi Pastoral Care, RSK Budi Rahayu, 2006
Berbagai sumber di internet
from : ttp://radioharmonifm.com

0 komentar ^.^:

About Konferensi Rajab 1432 H

Paling Populer

Mampir ke sini juga!

Wassalamu'alaykum wrwb

Terimakasih teman-teman atas kunjungannya...
Semoga bermanfaat......Salam Ukhuwah..!